Visi dan Misi
Visi MTs Negeri 2 Rembang
Terwujudnya anak sholeh yang berprestasi dalam IMTAQ dan IPTEK.
Misi MTs Negeri 2 Rembang
1. Meningkat kwalitas keagamaan di Madrasah antara lain mengefektifkan shlalat berjamaah dan tadarus Al Qur’an.
2. Mewujudkan Madrasah sebagai pusat transformasi IMTAQ dan IPTEK.
3. Meningkatkan proses belajar mengajar dan bimbingan belajar agar siswa dapat berkembang secara maksimal sesuai kemampuannya.
4. Mengembangkan strategi kompetitif yang positif dilingkungan Madrasah secara demokratis.
5. Mengoptimalkan kegiatan ekstrakulikuler agar menghasilkan lulusan yang trampil.
6. Melestarikan dan mengembangkan olah raga, seni dan budaya nasional yang islami.
7. Mengembangkan pribadi yang muslim yang cinta tanah air.
Saturday, January 26, 2019
Pendidikan Karakter
Penerapan Budaya 5S
Rembang - “Kalau pakai hasduk yang benar, biar rapi”
kata Bripka Titopo anggota Polsek Pamotan Polres Rembang sambil merapikan
hasduk yang dipakai salah satu siswa MTs Negeri 2 Rembang saat akan bersalaman dengan Bripka Titopo. Budaya 5S (salam, sapa, senyum, sopan dan
santun) menjadi pemandangan setiap pagi
pada jam masuk madrasah yang dilakukan oleh siswa. Bukan hanya bersalaman kepada guru yang bertugas
di pintu gerbang saja tetapi juga kepada anggota Polsek Pamotan Polres Rembang
yang bertugas mengatur lalu lintas pada saat jam masuk madrasah. Inilah wujud kongkrit pengimplementasian lima nilai (5 S) ketika pagi hari siswa masuk ke gerbang
madrasah, melalui penginternalisasian
nilai-nilai tersebut kepada seluruh warga madrasah secara tidak langsung
karakter siswa dapat dibentuk ke arah yang lebih baik lagi.
Setiap pagi anggota Polsek Pamotan yang merupakan jajaran
Polres Rembang memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan melaksanakan
pengaturan jalan untuk antisipasi kemacetan lalu lintas dan mencegah terjadinya
kecelakaan serta membantu menyeberangkan
siswa-siswi yang akan masuk madrasah.
Peran Polisi ini sangatlah dirasakan sekali bagi pihak madrasah terlebih
lokasi MTs Negeri 2 Rembang yang berada di pinggir jalan utama dengan arus lalu
lintas yang cukup padat dan rawan kecelakaan lalu lintas dan menjadi perhatian tersendiri dalam menciptakan
keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran siswa saat datang ke madrasah. Walaupun
sudah ada petugas Satpam sebagai
petugas keamanan MTs Negeri 2 Rembang dan juga melibatkan guru untuk membantu sekaligus menyambut kedatangan siswa dengan menerapkan
iklim dan budaya 5S (Salam, Sapa, Senyum, Sopan dan Santun) dilingkungan
madrasah namun keberadaan anggota Polsek
Pamotan Polres Rembang yang menjalankan tugas pengaturan lalu lintas di
depan MTs Negeri 2 Rembang sekaligus membantu dalam menyeberangkan siswa dirasakan
sangat membantu menciptakan keamanan dan
kenyamanan khususnya bagi siswa.
“Menciptakan keamanan,
keselamatan, ketertiban, kelancaran dalam berlalu lintas serta memberikan
pelayanan prima kepada masyarakat adalah salah satu tugas polri” ungkap Bripka Titopo. Disela-sela kesibukannya dalam menyeberangkan
siswa, Bripka Titopo masih menyempatkan diri untuk menerima uluran tangan siswa
madrasah yang mengajaknya bersalaman, bahkan tak jarang Bripka Titopo dengan
ramah mengingatkan siswa untuk merapikan pakaiannya ketika melihat ada siswa
yang tidak rapi atau baju tidak di masukkan, tak segan-segan pula beliau
sendiri yang merapikan pakaian siswa. Inilah salah satu bentuk kepedulian salah satu
anggota Polsek Pamotan pada siswa madrasah, disamping menumbuhkan suasana
hangat penuh keakraban dan secara tidak langsung juga memberikan pendidikan
kedisiplinan sesuai dengan tata tertib madrasah. “Ini
merupakan kesempatan berinteraksi antara kepolisian dengan madrasah melalui
pelayanan simpatik secara tulus, penuh senyum, sapa dan salam yang pada
akhirnya akan terjalin kemitraan antara Polri dengan Madrasah yang lebih erat
apalagi Polsek Pamotan dan MTs Negeri 2 Rembang adalah tetangga dekat yang
hanya berbatasan dengan pagar tembok” ungkap Sahuri selaku Wakamad Humas MTs
Negeri 2 Rembang saat memberikan apresiasi.
Rutinitas aktivitas jajaran
Polsek Pamoran ini mendapatkan tanggapan positif baik dari orang tua siswa,
guru dan masyarakat di sekitar madrasah. “Kami merasa aman saat akan
menyeberang jalan, terlebih saat lalu lintas ramai” kata Shofi salah satu siswa
kelas IX, “Kami berharap ada Zebra Cross di depan madrasah, sehingga ketika
tidak ada Pak Polisi kami juga akan merasa nyaman saat menyeberang jalan”
ungkapnya penuh harap. (Wient)
Tuesday, December 18, 2018
Grup Keroncong Polres Rembang
Grup Keroncong Polres Rembang Meriahkan Jalan Sehat Kerukunan

Rembang – Semarak rentetan kegiatan HAB Kementerian Agama ke-73 Kabupaten Rembang membawa kesan tersendiri. Grup Keroncong Polres Rembang juga tampil di panggung utama jalan sehat kerukunan umat beragama yang digelar pada hari Sabtu (15/12/2018).
Sejumlah Polwan Polres Rembang unjuk kebolehannya dalam melantunkan lagu-lagu keroncong dengan suara merdunya. Menurut Kapolres Rembang, Pungky, Group ini dibentuk disamping untuk melestarikan kebudayaan jawa, sekaligus menjadi sarana untuk mengisi kegiatan baik sarasehan, sosialisasi ataupun mendukung kegiatan. Walaupun group keroncong ini berdiri masih sangat muda, namun dalam kiprahnya ternyata telah mendapat apresiasi yang sangat baik di tengah-tengah masyarakat dan ini merupakan sebuah terobosan untuk terus mendekatkan diri kepada masyarakat.
Di sela-sela menyayikan lagu untuk menghibur peserta jalan santai kerukunan umat beragama, para Polwan dan Polisi itu selalu memberi himbauan kepada masyarakat terkait keamanan di jalan raya. “Kami ingatkan kepada pengguna jalan untuk selalu menjaga keselamatan diri sendiri juga orang lain” kata, Rukmini salah satu dari Polwan dari jajaran Polantas Polres Rembang tersebut. Suasana semakin hangat menjelang pra kegiatan jalan santai saat para personil group keroncong melontarkan guyonan kecil, dan beberapa anggota Polres Lain berbaur bersama di tengah-tengah masyarakat.
Penampilan para anggote Polres Rembang ini di apresiasi sejumlah warga.
Abdurrohman misalnya, pria yang membawa serta anak-anak dan istrinya itu merasa terhibur dengan pertunjukan vokal para Polwan Berhijab itu. “Menghibur sekali, sudah cantik, suaranya bagus, penuh senyum pula,” kata pria yang tinggal di daerah Kemadu Kecamatan Sulang sambil mengacungkan ibu jarinya dengan senyum. (Wient/iq/bd)
Di sela-sela menyayikan lagu untuk menghibur peserta jalan santai kerukunan umat beragama, para Polwan dan Polisi itu selalu memberi himbauan kepada masyarakat terkait keamanan di jalan raya. “Kami ingatkan kepada pengguna jalan untuk selalu menjaga keselamatan diri sendiri juga orang lain” kata, Rukmini salah satu dari Polwan dari jajaran Polantas Polres Rembang tersebut. Suasana semakin hangat menjelang pra kegiatan jalan santai saat para personil group keroncong melontarkan guyonan kecil, dan beberapa anggota Polres Lain berbaur bersama di tengah-tengah masyarakat.
Penampilan para anggote Polres Rembang ini di apresiasi sejumlah warga.
Abdurrohman misalnya, pria yang membawa serta anak-anak dan istrinya itu merasa terhibur dengan pertunjukan vokal para Polwan Berhijab itu. “Menghibur sekali, sudah cantik, suaranya bagus, penuh senyum pula,” kata pria yang tinggal di daerah Kemadu Kecamatan Sulang sambil mengacungkan ibu jarinya dengan senyum. (Wient/iq/bd)
Sunday, December 16, 2018
Jalan Sehat Kerukunan Umat
Peserta Jalan Sehat Kerukunan Membludak

Rembang - Jalan sehat kerukunan umat beragama yang dilaksanakan pada hari Sabtu (15/12/2018) sebagai salah satu kegiatan dalam rangka Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-73 atas kerjasama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Generasi Muda Forum Kerukunan Umat Beragama (Gema FKUB) Kabupaten Rembang berlangsung meriah.
Peserta jalan sehat ini membludak dengan jumlah hampir 7-8 ribu peserta.
Dimulai pukul 06.00 WIB dengan start dan finish di alun-alun Rembang, jalan sehat ini diberangkatkan secara langsung oleh Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz.
Sebagai awal kegiatan seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan sambutan Bupati. Dalam sambutannya, Bupati Rembang mengingatkan bahwa Kerukunan Umat Beragama sebagai salah satu pilar dalam berbangsa dan bernegara harus terus dibina dan ditingkatkan persatuan dan kesatuannya, sehingga kedepan kita tetap menjadi bangsa yang besar. Kegiatan diakhiri dengan do’a lintas agama yang di pandu oleh, Mukhlisin.
Penyelenggara kegiatan,
Ali Muhyiddin mengatakan, segenap pengurus FKUB dan Gema FKUB dari 6 agama yang ada di Rembang, telah membuktikan perak aktifnya dengan mengikutsertakan sebanyak mungkin komunitasnya dalam menyukseskan kegiatan Jalan Santai Kerukunan Umat Beragama. Demikian juga Kementerian Agama Kabupaten Rembang telah melibatkan seluruh jajarannya mulai dari para penyuluh agama, Baznas, Forum Komunitas Madrasah Diniyah Takmilyah (FKDT), Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Rembang, Guru PAI baik di sekolah umum negeri maupun swasta, Guru/staf/karyawan dan siswa-siswi dari RA/TK, SD/MI, SMP/MTs, MA/SMA/SMK se Kabupaten Rembang, Jajaran pejabat di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Rembang, Polres Rembang, Kodim Rembang dan unsur ataupun jajaran lain yang ada di Kabupaten Rembang.
Tepat pukul 7.30 WIB, dengan bacaan Bismillahhirrohmannirrohim, Bupati Rembang mengibaskan bendera start tanda seluruh peserta jalan santai mulai berjalan menyusuri jalan protokol dengan pengawalan dari Satlantas Polres Rembang.
Di tengah-tengah rute, para peserta mendapatkan kupon undian untuk disobek menjadi dua, yang satu diserahkan ke panitia yang telah siap menjelang finish dan sobekannya untuk mencocokkan nomor undian saat di undi nanti. Tidak kalah menarik pada saat menjelang finish telah berdiri remaja-remaja untuk membagikan minuman dan makanan ringan pada seluruh peserta upacara.
Pada pemberangkatan peserta jalan santai, seluruh peserta dihibur dengan penampilan group Keroncong Polres Rembang, dan setelah finish seluruh peserta menyaksikan senam Massal siswa RA se-Kabupaten Rembang dilanjutkan penampilan musik Perkusi dari RA Masyithoh Rembang. Hal yang ditunggu-tunggu adalah pengundian kupon undian, yang mana panitia telah menyiapkan sejumlah doorprize dan hadiah utama sebuah Sepeda Motor Merek Honda Beat keluaran tahun 2018. Direncanakan untuk hadiah utama yang mengambil adalah Bupati ataupun Wakil Bupati Rembang namun karena padatnya acara beliau, maka awal pengundian dilakukan oleh Bupati Rembang di lanjutkan Wakil Bupati Rembang dengan hadiah masing-masing Sepeda Gunung.
Pada puncak pengundian hadiah utama yang dilakukan oleh Ketua Panitia, hadiah utama jatuh pada salah satu warga Kedungombo Sulang, Ibu Win yang merupakan salah satu karyawan di MTs Negeri 3 Rembang. Sebagai akhir kegiatan adalah penyerahan Sepeda Motor Honda Beat berikut kuncinya dari Panitian kepada pemenang undian. (Wient/iq/bd)
Dimulai pukul 06.00 WIB dengan start dan finish di alun-alun Rembang, jalan sehat ini diberangkatkan secara langsung oleh Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz.
Sebagai awal kegiatan seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan sambutan Bupati. Dalam sambutannya, Bupati Rembang mengingatkan bahwa Kerukunan Umat Beragama sebagai salah satu pilar dalam berbangsa dan bernegara harus terus dibina dan ditingkatkan persatuan dan kesatuannya, sehingga kedepan kita tetap menjadi bangsa yang besar. Kegiatan diakhiri dengan do’a lintas agama yang di pandu oleh, Mukhlisin.
Penyelenggara kegiatan,
Ali Muhyiddin mengatakan, segenap pengurus FKUB dan Gema FKUB dari 6 agama yang ada di Rembang, telah membuktikan perak aktifnya dengan mengikutsertakan sebanyak mungkin komunitasnya dalam menyukseskan kegiatan Jalan Santai Kerukunan Umat Beragama. Demikian juga Kementerian Agama Kabupaten Rembang telah melibatkan seluruh jajarannya mulai dari para penyuluh agama, Baznas, Forum Komunitas Madrasah Diniyah Takmilyah (FKDT), Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Rembang, Guru PAI baik di sekolah umum negeri maupun swasta, Guru/staf/karyawan dan siswa-siswi dari RA/TK, SD/MI, SMP/MTs, MA/SMA/SMK se Kabupaten Rembang, Jajaran pejabat di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Rembang, Polres Rembang, Kodim Rembang dan unsur ataupun jajaran lain yang ada di Kabupaten Rembang.
Tepat pukul 7.30 WIB, dengan bacaan Bismillahhirrohmannirrohim, Bupati Rembang mengibaskan bendera start tanda seluruh peserta jalan santai mulai berjalan menyusuri jalan protokol dengan pengawalan dari Satlantas Polres Rembang.
Di tengah-tengah rute, para peserta mendapatkan kupon undian untuk disobek menjadi dua, yang satu diserahkan ke panitia yang telah siap menjelang finish dan sobekannya untuk mencocokkan nomor undian saat di undi nanti. Tidak kalah menarik pada saat menjelang finish telah berdiri remaja-remaja untuk membagikan minuman dan makanan ringan pada seluruh peserta upacara.
Pada pemberangkatan peserta jalan santai, seluruh peserta dihibur dengan penampilan group Keroncong Polres Rembang, dan setelah finish seluruh peserta menyaksikan senam Massal siswa RA se-Kabupaten Rembang dilanjutkan penampilan musik Perkusi dari RA Masyithoh Rembang. Hal yang ditunggu-tunggu adalah pengundian kupon undian, yang mana panitia telah menyiapkan sejumlah doorprize dan hadiah utama sebuah Sepeda Motor Merek Honda Beat keluaran tahun 2018. Direncanakan untuk hadiah utama yang mengambil adalah Bupati ataupun Wakil Bupati Rembang namun karena padatnya acara beliau, maka awal pengundian dilakukan oleh Bupati Rembang di lanjutkan Wakil Bupati Rembang dengan hadiah masing-masing Sepeda Gunung.
Pada puncak pengundian hadiah utama yang dilakukan oleh Ketua Panitia, hadiah utama jatuh pada salah satu warga Kedungombo Sulang, Ibu Win yang merupakan salah satu karyawan di MTs Negeri 3 Rembang. Sebagai akhir kegiatan adalah penyerahan Sepeda Motor Honda Beat berikut kuncinya dari Panitian kepada pemenang undian. (Wient/iq/bd)
Wednesday, November 21, 2018
Berita
Pelantikan Pengurus OSIM Dan DKG MTs Negeri 2 Rembang

Rembang- Siswa-siswi yang diberikan amanah oleh Madrasah untuk mengemban tugas menjalankan roda organisasi diminta konsisten. Kegiatan organisasi harus dijalankan dengan sungguh-sungguh untuk pengembangan potensi dan kepribadian siswa.
Demikian ditandaskan oleh Kepala MTs Negeri 2 Rembang, Srianto, ketika mengambil sumpah dan janji pelantikan dalam acara Pelantikan Jabatan Pengurus OSIM dan DKG masa bakti 2018/2019 yang diadakan baru-baru ini di halaman MTsN 2 Rembang.
Srianto mengatakan, di dalam organsiasi terdapat program-program madrasah yang perlu dijalankan demi lancarnya KBM. “Jalankanlah amanah ini dengan sungguh-sungguh demi majunya almamater kita,” tegas Srianto.
Srianto juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pengurus lama yang telah mengabdikan dirinya melalui OSIM maupun DKG. “Pelantikan ini akan menjadi sebuah awal yang baru bagi segenap pengurus OSIM maupun DKG sekaligus membuka kesempatan untuk mengembangkan diri dan potensinya melalui organisasi dengan disiplin dan penuh tanggungjawab,” kata Srianto.
Serah terima dan pelantikan ini merupakan serentetan kegiatan yang diawali dari pemilihan unsur ketua yang dilaksanakan secara demokratis dan dilanjutkan pada kegiatan LDK untuk memberikan bekal kepemimpinan pada pengurus OSIM dan DKG baru. Puncak dari kegiatan tersebut adalah hari ini dengan dilakukan serah terima dan pelantikan.
Pelantikan ini di saksikan oleh seluruh dewan guru, staf tata usaha dan siswa-siswi MTs Negeri 2 Rembang dengan khidmat, tertib dan lancar, dilanjutkan dengan serah terima Panji Madrasah dari masing-masing organisasi dari ketua lama ke ketua baru. (Wient)
Untuk Latihan Pra PAT-2 Silihkan Pilih dan Klik Tautan di Bawah ini
Monday, November 19, 2018
Kegiatan
PELANTIKAN
PENGURUS OSIM DAN DKG
MTs
NEGERI 2 REMBANG
MTs Negeri 2 Rembang- Senin, 19 November 2018 disela-sela pelaksanaan upacara bendera yang rutin dilaksanakan setiap hari senin, telah dilaksanakan prosesi serah terima dan pelantikan jabatan Pengurus OSIM dan DKG masa bakti 2018/2019. Serah terima dan pelantikan ini merupakan serentetan kegiatan yang diawali dari pemilihan unsur ketua yang dilaksanakan secara demokratis dan dilanjutkan pada kegiatan LDK untuk memberikan bekal kepemimpinan pada pengurus OSIM dan DKG baru. Puncak dari kegiatan tersebut adalah pada hari ini dengan dilakukan serah terima dan pelantikan yang dilaksanakan di lapangan MTs Negeri 2 Rembang.
Dengan suasana khidmad prosesi pelantikan diawali dengan prakata kesangupan oleh Kepala Madrasah yang di jawab serempak dan kompak oleh seluruh pengurus yang di lantik dengan jawaban "Siap! Sanggup!". Kepala MTs Negeri
Rembang, H. Srianto,S.Pd. mengambil sumpah dan janji pelantikan yang di saksikan oleh
seluruh dewan guru, staf tata usaha dan siswa-siswi MTs Negeri 2 Rembang dengan
khidmat, tertib dan lancar, dilanjutkan dengan serah terima Panji Madrasah dari
masing-masing organisasi dari ketua lama ke ketua baru.
Dalam sambutannya,
Kepala Madrasah mengatakan “Siswa-siswi yang diberikan amanah oleh Madrasah dan
seluruh peserta didik mengemban tugas menjalankan roda organisasi harus
konsisten, yang mana didalamnya terdapat program-program madrasah yang perlu
dijalankan demi lancarnya KBM”. Lebih
lanjut Kepala Madrasah juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan
yang setinggi-tingginya kepada pengurus lama yang telah mengabdikan dirinya
melalui OSIM maupun DKG.
Dengan dilaksanakan
pelantikan ini, akan menjadi sebuah awal yang baru bagi segenap pengurus OSIM maupun DKG sekaligus membuka kesempatan untuk
mengembangkan diri dan potensinya melalui organisasi dengan disiplin dan penuh
tanggungjawab. Selamat dan sukses untuk seluruh pengurus OSIM dan DKG MTs Negeri 2 Rembang. (Mas Wient).

Dokumentasi Prosesi Pelantikan Pengurus OSIM dan DKG

Inspiratif
IBU GURU, AKU BUTUH PENGAKUAN
(Copas dari FB )
Gak
tau deh, ini tulisan siapa. Tapi cukup inspiratif juga. Makanya saya
menjadi tertarik untuk memposting di Blog. Moga saja ini bisa menjadi
gagasan ide yang lebih kreatif dan inspiratif untuk kebaikan
bersama.
Zaman-zaman
saya jadi wali kelas sebenarnya paling mumet adalah saat mengisi nilai raport,
karena saya termasuk guru yang tidak betah duduk lama. Namun demikian saya
sangat menikmati saat mengisi kolom 'catatan wali kelas'. Biasanya kebanyakan
wali kelas mengisinya dengan simpel, kan. Seperti:
'Tingkatkan
belajarmu'
'Pertahankan
prestasimu'
'Dan
lain-lain'
Lalu
saya iseng menulis sebuah deskripsi berisi tentang kelebihan siswa. Misal:
'Kamu
anak yang cerdas, punya keingintahuan yang luar biasa, jika kamu bisa
memanfaatkannya dengan baik suatu hari kelak kamu akan menjadi pribadi yabg
sukses.'
'Kamu
anak yang aktif, suka hal-hal yang baru dan tidak pernah bisa diam itu
menunjukkan kamu anak yang enerjik (ini untuk anak yang selalu ribut dan suka
berkeliaran di kelas).
'Kamu
anak yang sopan, baik dan pandai menjaga perasaan teman terutama guru'
(biasanya anaknya pendiam).
'Kamu
anak paling rapi dan bersih. Ibu dan teman-temanmu sangat menyukaimu karena hal
itu.'
Dan
masih banyak catatan-catatan lain yang saya sesuaikan dengan kepribadiannya
masing-masing. Tidak sulit menuliskan kelebihannya sebab setiap anak memang
punya kelebihan masing-masing, sebandel-bandelnya anak, kalau kita mau jujur
pasti punya kelebihan.
Bahkan
saya pernah punya anak didik perempuan yang omongannya kasar, hampir tiap hari melawan
guru, jarang hadir, suka bolos, jangan tanya soal kemampuan belajar. Hasilnya
hampir nol. Pokoknya hampir sulit mengungkapkan apa kelebihannya. Mungkin
satu-satunya hanya ia terlihat cantik. Mirip Acha septriasa. Lalau saya tulis:
'Kamu
anak yang cantik. Mirip artis Acha Septriasa. Ibu sangat mengidolakannya.
Semoga ibu pun bisa mengidolakanmu sebagai siswa yang mampu berhasil seperti
Acha di suatu hari kelak.'
Hasilnya?
Mereka
senyum-senyum GR membacanya. Karena mereka tahu itu jujur tentang mereka. Yang
pintar, yang (maaf) mungkin sering kita bilang bodoh, yang baik, yang bandel,
yang pendiam semuanya tampak bahagia membaca ada dua baris kalimat pengakuan
tentang diri mereka. Saya tidak dengar ada yang bahas nilai matematika, bahasa
inggris dan lain-lain. Semua sibuk saling bertanya:
"Apa
yang ibu tulis untukmu?"
"Catatan
kamu apa isinya?"
"Cieee,
kamu dibilang anak yang pemurah hati dan gak pelit. Tapi bener sih. Kamu selalu
kasih minjam tipex ke aku."
Bahkan
anak yang usil berkata:
"Ah,
ibu wali kelas bohong tuh bilang kamu baik. Baik darimana, dari Hongkong?
Perasaan kamu paling bandel di kelas."
"Enak
aja, emang aku sebenarnya baik kok, tapi tergantung gurunya."
Lalu
di semester dua karena waktu mepet saya tidak sempat menuliskan deskripsi
kelebihan mereka lagi. Saya pikir biasa aja. Tahu-tahu semua protes.
"Bu,
kok gak ada catatannya?"
"Ah,
gak seru Bu. Enam bulan aku cuma mau nunggu itu."
Bahkan
yang juara satu berkata:
"Yaaah,
padahal itu yang aku tunggu-tunggu, Bu. Kalau nilainya sih udah bosan lihatnya.
Dan segitu-gitu aja. Kami kumpul lagi ya Bu raportnya, biar ibu isi
catatannya."
Saya
kaget. Di semester lalu saya cuma iseng. Ternyata anak-anak meresponnya lebih
dari sekedar yang saya bayangkan. Mereka menginginkannya.
Akhirnya
saya mulai berpikir dan mengambil kesimpulan sendiri bahwa anak-anak lebih
membutuhkan sebuah pengakuan tentang diri mereka daripada sebuah nilai. Mereka
butuh pujian yang jujur.
Saya
justru takut selama ini anak-anak didik saya sebenarnya haus akan sebuah
pengakuan hal baik tentang diri mereka. Sejak itu setiap jadi wali kelas selalu
saya tuliskan tentang kelebihan mereka. Dan reaksi semua murid selalu sama.
Tampak bahagia. Senang. Dan bangga.
Bahkan
saya mulai menerapkannya tidak hanya di catatan raport, tapi sebisa mungkin di
setiap penilaian soal. Atau dalam interaksi sehari-hari. Semisal lebih banyak
mengajak mereka ngobrol (di luar dari pelajaran) lalu diselipkan
pengakuan-pengakuan kebaikannya. Misal:
"Eh,
serius lho, Ibu paling suka tiap kali lihat kamu habis jajan sampahnya langsung
di taruh ke tong sampah."
"Entah
kenapa Ibu kok bangga ya punya murid kayak kamu yang suka meminjamkan pulpen
sama Tipe-X ke teman-teman. Pasti kamu nanti akan jadi orang yang
penolong."
"Ya
ampuuun, suara kamu lagi teriak di kelas merdu banget. Mau gak Ibu angkat jadi
semacam Jubir Ibu. Jadi nanti kalau ada apa-apa yang mau Ibu sampaikan, kamu
yang menyampaikannya ke teman-temanmu."
(Untuk
hal seperti ini, suruh yang paling ribut dan gak mau diam. Sehingga si anak
merasa dipercaya mampu melakukan sesuatu sesuai kemampuannya).
Banyak
lagi yang lain. Masalahnya terkadang kita terlanjur sewot dan dongkol sama anak
yang bandel, hingga ogah rasanya mau muji-muji. Jangan, Bu. Mereka punya porsi
yang sama untuk kita senangi. Punya hak yang sama untuk disayangi.
Saya
tidak tahu apa tindakan ini sesuai dengan aturan administrasi kurikulum atau
tidak. Atau mungkin juga banyak guru yang sudah melakukan hal serupa.
Hal
ini sebenarnya tidak hanya bisa diterapkan oleh seorang guru pada murid.
Orangtua kepada anak juga bisa. Terutama ibu yang banyak berinteraksi dengan
anak. Yuk mari yuuuuk ... kita lebih membuka diri membaca kelebihan sang anak
dan tidak gengsi mengakuinya. Tidak melulu membicarakan kelemahan mereka.
Kelebihan di sini bukan semata-mata tentang prestasi ya, Bu. Melainkan
cenderung ke sifatnya sehari-hari.
Sunday, November 4, 2018
Kegiat5an OSIM
LDK OSIM DAN DKG
MTs NEGERI 2
REMBANG
Rembang (MTs N 2)-
Salah satu program madrasah yang dilakukan dalam mengembangkan potensi diri
peserta didik MTs Negeri 2 Rembang adalah menyelenggarakan Latihan Dasar
Kepemimpinan OSIM dan Pramuka yang diselenggarakan tanggal 2-3 November 2018
dengan diikuti 67 siswa yang terpilih sebagai calon pengurus OSIM (Organisiasi Siswa Intra
Madrasah) dan DKG (Dewan Kerja Gudep) masa bakti 2018/2019. Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala
Madrasah, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Wakil Kepala Madrasah Bidang
Kesiswaan, Pembina OSIM, Pembina Pramuka dan Dewan Guru yang bertugas sebagai
nara sumber. Kegiatan ini dibuka secara
langsung oleh Kepala Madrasah H. Srianto, S.Pd.
Dalam sambutanya, Srianto menyampaikan bahwa “Pelatihan dasar yang
diberikan ini bertujuan untuk memberikan bekal kepemimpinan kepada pengurus
OSIM dan DKG baru yang nantinya akan menjadi pemimpin seluruh kesatuan OSIM MTs
Negeri 2 Rembang dengan harapan dapat membentuk karakter siswa berjiwa pemimpin
yang amanah dan bertanggungjawab ”.
Hal
senada juga di sampaikan oleh Pembina OSIM, Wiwin Winarni selaku ketua panitia
berharap hasil dari pelatihan ini mampu menjadikan siswa-siswi MTs Negeri 2
Rembang menjadi pemimpin yang islami. "Pengalaman organisasi kecil di tingkat madrasah akan membuat calon para pemimpin ditempa cara berfikir, bersikap dan bertindak hingga menjadi pemimpin besar, yakni pemimpin yang memilikji kematangan emosi, leadership, pengendalian diri dan komunikasi yang efektif" ungkapnya.
LDK merupakan tahap pertama atau merupakan syarat yang harus dilalui para siswa sebelum dilantik menjadi pengurus OSIM dan DKG, dimana siswa harus terlebih dahulu mengikuti LDK. Pelatihan ini punya peranan penting untuk membangun karakter kepemimpinan agar diumasa depan nanti ia bisa memberikan kontribusi terbaiknya untuk keluarga dan masyarakat. LDK merupakan tahapan yang harus dilewati atau harus diikuti siswa sebelum ia menjadi pengurus OSIM dan DKG. Semua siswa harus mengikuti semua aturan yang sudah ditetapkan dan apabila ada yang melanggar, sangsipun di diberlakukan. Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) maupun
Dewan Kerja Gudep merupakan salah satu kelengkapan Struktural di lingkungan Madrasah,
yang senantiasa berupaya untuk ikut serta dalam pembangunan Mental dan
Spiritual sebagai upaya proses pembentukan Insan Kamil yang bertaqwa dan mampu
melaksanakan tugasnya sebagai makhluk Individu dan Sosial, yang harus
bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat yang serta di-Ridloi Allah SWT. Keberhasilan Organisasi Siswa Intra Sekolah
(OSIS) ini akan dinilai oleh semua komponen apabila para kadernya mampu tampil
di tengah-tengah masyarakat dalam merefleksikan atau memanifestasikan ilmu-ilmu
keorganisasian yang telah mereka miliki dari bangku sekolah.
Program LDK ini adalah program tahunan yang wajib diikuti oleh Pengurus
OSIM dan DKG. Karena dengan kegiatan LDK ini diharapkan tumbuh kesadaran dan
kemandirian siswa terkait berbagai hal selama menjadi seorang pelajar. Pada sesi
evaluasi kinerja OSIM dan DKG
masa bakti 2017-2018, Slamet Winarto selaku Pembina Pramuka mengingatkan bahwa bagaimanapun kepengurusan
OSIM hanya merupakan representasi siswa yang terlibat secara langsung ataupun
di balik layar, sementara yang sering terlupa ialah kenyataan bahwa anggota
OSIM maupun DKG sendiri ialah seluruh siswa MTs Negeri 2 Rembang. Maka, penting untuk bisa mengubah paradigma
yang mungkin salah selama ini. Setiap siswa perlu dibangkitkan kesadarannya,
bahwa setiap mereka merupakan bagian dari OSIM dan hendaknya tetap mau
berpartisipasi secara aktif dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan OSIM.
Yang juga penting ialah, setiap pengurus OSIM menyadari tanggungjawab yang
dipercayakan pada dirinya sebagai “duta’ OSIM, baik dalam keseharian- sebagai suri
tauladan bagi siswa lainnya, maupun sebagai “agen” keberadaan OSIM sendiri.
Sehingga semakin banyak siswa yang tertarik mengikuti OSIM untuk
periode-periode berikutnya. Mantan Ketua OSIM priode 2017/2018, Ismatul
Maulani Berharap para pengurus OSIM dan DKG
2018-2019 semakin dimatangkan lewat LDK kali in, dan bisa saling
bersinergi, bekerjasama dan berjuang memberikan yang terbaik untuk kemajuan MTs
Negeri 2 Rembang (Wient).
Subscribe to:
Posts (Atom)












