Visi dan Misi
Visi MTs Negeri 2 Rembang
Terwujudnya anak sholeh yang berprestasi dalam IMTAQ dan IPTEK.
Misi MTs Negeri 2 Rembang
1. Meningkat kwalitas keagamaan di Madrasah antara lain mengefektifkan shlalat berjamaah dan tadarus Al Qur’an.
2. Mewujudkan Madrasah sebagai pusat transformasi IMTAQ dan IPTEK.
3. Meningkatkan proses belajar mengajar dan bimbingan belajar agar siswa dapat berkembang secara maksimal sesuai kemampuannya.
4. Mengembangkan strategi kompetitif yang positif dilingkungan Madrasah secara demokratis.
5. Mengoptimalkan kegiatan ekstrakulikuler agar menghasilkan lulusan yang trampil.
6. Melestarikan dan mengembangkan olah raga, seni dan budaya nasional yang islami.
7. Mengembangkan pribadi yang muslim yang cinta tanah air.
Wednesday, August 14, 2019
Peringatan HUT Pramuka ke 58
Gelar Apel Hari Pramuka Ke 58
MTs Negeri 2 Rembang
Rembang- MTs Negeri 2 Rembang melaksanakan upacara Hari Pramuka ke 58 pada hari Rabo (14/8/2019). Upacara dipusatkan di lapangan Madrasah yang diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru dan staf tata usaha. Dengan mengenakan seragam Pramuka, pelaksanaan Apel HUT Pramuka yang ke 58 dengan tema “Gerakan Pramuka bersama seluruh komponen Bangsa siap sedia membangun keutuhan NKRI” berjalan dengan tertib dan khidmat.
Kegiatan apel upacara HUT Pramuka setiap tahun rutin dilaksanakan MTs Negeri 2 Rembang. Adapun petugas upacara adalah dari Dewan Kerja Gugus Depan 071/072 dengan bimbingan Slamet Winarto selaku Pembina Gugus Depan. Yang menjadi pusat perhatian dan mendebarkan seluruh peserta upacara adalah saat pengibaran bendera karena berbeda dengan pengibaran bendera yang dilaksanakan secara rutin tiap hari Senin. Kali ini petugas pengibar bendera tidak menggunakan langkah tegap melainkan dengan cara berlari. Pancasila, Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, Tri Satya dan Dasa Darma diucapkan tanpa menggunakan teks oleh petugas upacara.
Abdullah Zuber, S.Ag selaku Pembina Upacara, dalam amanatnya menyampaikan bahwa “Momentum peringatan hari Pramuka bukan sekedar ajang peringatan saja, tetapi yang utama adalah menghayati dan mengamalkan Satya dan Darma Pramuka. Anggota pramuka tidak boleh hanya berpangku tangan namun harus memiliki jiwa yang mandiri, kreatif, inovatif, berkarakter produktif dan mampu mengemban tugas yang diberikan sehingga melalui kegiatan Pramuka bisa menjadi perekat NKRI” tandasnya.
Sementara itu, H. Srianto, S.Pd selaku kepala Madrasah, saat ditemui usai upacara peringatan HUT Pramuka mengatakan bahwa, “Pramuka sebagai salah satu kegiatan ekstrakulikuler harus bisa menjadi wadah dan sarana untuk membina dan membentengi diri dari hal-hal yang negatif. Kepekaan dan kreatifitas para Pembina Pramuka dalam era teknologi dan cyber menjadi sebuah peluang dan tantangan untuk kemajuan Pramuka agar tetap eksis”. Lebih lanjut Srianto berharap dengan gerakan Pramuka ini dapat menghantarkan generasi muda Indonesia menjadi generasi yang lebih baik. Gerakan Pramuka di Gugus Depan 071/072 MTs Negeri 2 Rembang akan semakin mantap dalam menata manajemen organisasi, karena akan semakin memperkuat posisi gugus depan sebagai ujung tombak organisasi dalam mengelola kegiatan pembinaan terhadap anggotanya.
Diakhir acara upacara peringatan HUT Pramuka ke 58 dilanjtkan dengan ramah tamah dengan foto bersama segenap dewan guru dengan pengurus Dewan Kerja Gudep yang semakin menambah keakraban dan kehangatan suasana. Peringatan HUT Pramuka ini juga menggugah semangat seluruh komponen Madrasah untuk menyiapkan diri dalam menyongsong peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 74 yang tinggal beberapa hari lagi. (Wient)
Saturday, July 20, 2019
Perjusab
Mendidik Karakter
Dalam Penerimaan Tamu Gudep
Rembang- Salam Pramuka!!! Setiap tahun seperti biasanya selalu terjadi
di setiap madrasah ataupun sekolah yaitu kegiatan Penerimaan Tamu Gudep
bagi Anggota Pramuka. Kali ini, Gugus
Depan 071-072 pangkalan MTs Negeri 2 Rembang melaksanakan kegiatan Penerimaan
Tamu Gudep sebagai rangkaian kegiatan Masa Ta’aruf Siswa. Kegiatan ini dalam
rangka menyambut dengan gembira bergabungnya siswa-siswi baru MTs Negeri 2
Rembang, khususnya adik-adik pramuka yang baru sebagai Tamu Gudep 071-072.
Kegiatan
Penerimaan Tamu Gudep ini dilaksanakan dengan kegiatan Perjusab pada tanggal 19
Juli 2019. “Kegiatan ini merupakan kegiuatan rutin tahunan”, kata
Abdullah Zuber, S.Ag., selaku Wakamad Bidang Kesiswaan, Mudah-mudahan dengan
kegiatan ini memunculkan suasana yang akrab dan harmonis antar sesama anggota
pramuka baik yang lama maupun yang baru, lanjut Abdullah Zuber, S.Ag.
Adapun
rangkaian acara dari kegiatan ini diawali dengan Pendirian tenda yang dilakukan
pada hari Kamis sore, hal ini dimaksudkan agar dapat terfokus pada kegiatan
perkemahan. Kegiatan Perjusab dikemas
dalam bentuk berbagai lomba diantaranya lomba tekpram, lomba cerdas cermat,
lomba hasta karya, lomba kebersihan, lomba PBB, penjelajahan, dan upacara api
unggun yang ditutup dengan pentas seni.
Tidak kalah menarik, dalam kegiatan Perjusab adalah lomba layang-layang
yang diikuti oleh masing-masing regu. “Untuk tahun ini MTs Negeri 2 Rembang
membagi siswa dalam 16 regu dengan rincian 10 regu putra dan 6 regu putri
masing-masing regu terdiri dari 10 siswa” ungkap Nur Atif Furaesoh, S.Pd selaku pembina Gugus Depan.
Dalam amanat Upacara pembukaan
Srianto, S.Pd selaku Kamabigus menyampaikan bahwa Penerimaan Tamu Gugus Depan adalah kegiatan yang wajib diikuti oleh siswa
baru sebagai syarat perpindahan dari
golongan Penggalang Ramu ke Penggalang Rakit yang di dalamnya berisi materi
tentang pengenalan Pramuka dan syarat-syarat tanda kecakapan yang harus dicapai
oleh Pramuka Penggalang. Adapun tujuan dalam kegiatan ini diantaranya
meningkatkan kemandirian dalam individu maupun kelompok, menambah wawasan dalam
mengenal lingkungan di luar madrasah, menerapkan ilmu pengetahuan, mempererat
persahabatan sesama anggota pramuka, memantapkan fisik dan mental, dan
menanamkan kepedulian sosial.
“Saya menyampaikan apresiasi yang
setinggi-tingginya atas kekompakan Dewan Kerja Gugus Depan 071-072 yang telah
mempersiapkan acara ini sehingga berjalan dengan baik” ungkap Slamet Wibarto,
S.Pd selaku pembina Pramuka. “Harapan kami apa yang telah diterima selama
kegiatan perkemahan tidak hanya berhenti begitu usai kegiatan, namun tetap
terus dijaga sebagai pramuka sejati yang kesatria sebagai tauladan bagi
siswa-siswi MTs Negeri 2 Rembang yang lain”.
Usai Upacara Api Unggun
dilanjutkan dengan pentas seni dari tampilan masing-masing regu berdasarkan
kreasi seninya. “Kegiatan semacam ini merupakan moment untuk mencari
bibit-bibit unggul dalam bidang seni” kata Drs. Toharudin yang mengiringi dan
mengisi kegiatan pentas seni dengan orgen tunggalnya.
Kegiatan Perjusab berakhir pada
hari Sabtu pukul 11.00 dengan upacara
penutupan dengan pembina Upacara Slamet Winarto, S.Pd dengan mengumumkan hasil
lomba dan pemberian hadiah bagi regu-regu juara. “Kami sangat terkesan dengan kegiatan
Perjusab ini, dan tentunya hari minggu kami bisa beristirahat sehingga hari
seninnya kami benar-benar sudah siap untuk mengawali kegiatan KBM” ungkap Yogi
Afidah selaku Pratama Gudep 071-072.
Dipenghujung kegiatan seluruh peserta, DKG/OSIS dan Pembina saling
bersalaman menambah suasana hangat dan akrab. (Wient)

Friday, July 19, 2019
Perjusab
Gembleng Mental Melalui Perjusab
![]() |
| Upacara Pembukaan Perjusab |
Rembang- Setiap tahun seperti biasanya selalu terjadi di setiap madrasah ataupun
sekolah yaitu kegiatan Penerimaan Tamu Gudep bagi Anggota Pramuka.
Kali ini, Gugus Depan 071-072 pangkalan MTs Negeri 2 Rembang melaksanakan
kegiatan Penerimaan Tamu Gudep sebagai rangkaian kegiatan Masa Ta’aruf Siswa.
Kegiatan ini dalam rangka menyambut dengan gembira bergabungnya siswa-siswi
baru MTs Negeri 2 Rembang, khususnya adik-adik pramuka yang baru sebagai Tamu Gudep
071-072.
Kegiatan
Penerimaan Tamu Gudep ini dilaksanakan dengan kegiatan Perjusab pada tanggal 19
Juli 2019. “Kegiatan ini merupakan kegiuatan rutin tahunan”, kata
Abdullah Zuber, S.Ag., selaku Wakamad Bidang Kesiswaan, Mudah-mudahan dengan
kegiatan ini memunculkan suasana yang akrab dan harmonis antar sesama anggota
pramuka baik yang lama maupun yang baru, lanjut Abdullah Zuber, S.Ag.
![]() |
| Penyematan Tanda Peserta |
Adapun
rangkaian acara dari kegiatan ini diawali dengan Pendirian tenda yang dilakukan
pada hari Kamis sore, hal ini dimaksudkan agar dapat terfokus pada kegiatan
perkemahan. Kegiatan Perjusab dikemas
dalam bentuk berbagai lomba diantaranya lomba tekpram, lomba cerdas cermat,
lomba hasta karya, lomba kebersihan, lomba PBB, penjelajahan, dan upacara api
unggun yang ditutup dengan pentas seni.
Tidak kalah menarik, dalam kegiatan Perjusab adalah lomba layang-layang
yang diikuti oleh masing-masing regu. “Untuk tahun ini MTs Negeri 2 Rembang
membagi siswa dalam 16 regu dengan rincian 10 regu putra dan 6 regu putri
masing-masing regu terdiri dari 10 siswa” ungkap Nur Atif Furaesoh, S.Pd selaku pembina Gugus Depan.
Dalam amanat Upacara pembukaan
Srianto, S.Pd selaku Kamabigus menyampaikan bahwa Penerimaan Tamu Gugus Depan adalah kegiatan yang wajib diikuti oleh siswa
baru sebagai syarat perpindahan dari
golongan Penggalang Ramu ke Penggalang Rakit yang di dalamnya berisi materi
tentang pengenalan Pramuka dan syarat-syarat tanda kecakapan yang harus dicapai
oleh Pramuka Penggalang. Adapun tujuan dalam kegiatan ini diantaranya meningkatkan
kemandirian dalam individu maupun kelompok, menambah wawasan dalam mengenal
lingkungan di luar madrasah, menerapkan ilmu pengetahuan, mempererat
persahabatan sesama anggota pramuka, memantapkan fisik dan mental, dan
menanamkan kepedulian sosial.
“Saya menyampaikan apresiasi yang
setinggi-tingginya atas kekompakan Dewan Kerja Gugus Depan 071-072 yang telah
mempersiapkan acara ini sehingga berjalan dengan baik” ungkap Slamet Wibarto,
S.Pd selaku pembina Pramuka. “Harapan kami apa yang telah diterima selama
kegiatan perkemahan tidak hanya berhenti begitu usai kegiatan, namun tetap
terus dijaga sebagai pramuka sejati yang kesatria sebagai tauladan bagi
siswa-siswi MTs Negeri 2 Rembang yang lain”.
| Senam Pagi Bersama |
Kegiatan Perjusab berakhir dengan upacara
penutupan dengan pembina Upacara Slamet Winarto, S.Pd dengan mengumumkan hasil
lomba dan pemberian hadiah bagi regu-regu juara. “Kami sangat terkesan dengan kegiatan
Perjusab ini, dan tentunya hari minggu kami bisa beristirahat sehingga hari
seninnya kami benar-benar sudah siap untuk mengawali kegiatan KBM” ungkap Yogi
Afidah selaku Pratama Gudep 071-072.
Dipenghujung kegiatan seluruh peserta, DKG/OSIS dan Pembina saling
bersalaman menambah suasana hangat dan akrab. (Wient)


Sunday, April 21, 2019
Secuil Sejarah Yang Terabaikan
K A R T O N O
Banyak yang sudah mengenal KARTINI. Hari lahir Kartini pada tanggal 21 April selalu siperingati setiap tahun. Hari Kartini diperingati karena andilnya yang begitu besar dalam perkembangan emansipasi wanita.
Namun lepas dari pemikiran cerdasnya dan buku Habis Gelap Terbitlah terang yang berisi surat kegalauan Kartini akan perempuan Indonesia, ada sosok yang selalu terlupakan disetiap peringatan hari Kartini.
Kartono nama lengkapnya adalah RM Panji Sosrokartono yang Lahir tahun 1877. Kakak kandung RA. Kartini. Tahun 1898 Kartono seorang 'pribumi' pertama yang kuliah di luar Hindia-Belanda, Karena kecerdasan-nya beliau menjadi kesayangan para dosennya. Beliau bisa menguasai 27 bahasa asing dan 10 bahasa nusantara.
Pangeran ganteng ini pinter bergaul, anak orang kaya, terkenal dan merakyat. Banyak perempuan Eropa nyebutnya *"De Mooie Sos."* (artinya Sos yang ngganteng). Bule Belanda dan Amerika menyebut beliau dengan hormat 'De Javanese Prins' (Pangeran Jawa) akan tetapi sesama pribumi memanggilnya Kartono saja.
Tahun 1917 beliau menjadi wartawan Perang Dunia I. koran Amerika yakni 'The New York Herald' cabang Eropa. Beliau memadatkan artikel bahasa Perancis sejumlah 30 kata dalam 4 bahasa (yakni Inggris, Spanyol, Rusia, Perancis). Sebagai wartawan perang, beliau diberi pangkat Mayor oleh Sekutu, tapi menolak membawa senjata.
kata beliau "Saya tidak menyerang orang, oleh karena itu saya pun tidak akan diserang. Jadi apa perlunya membawa senjata ?"
Beliau 'ahli diplomasi' yang hebat. Beliau sempatkan gemparkan Eropa - America dengan artikelnya tentang perundingan Jerman & Perancis yang rahasia serta sangat tertutup, yang diselenggarakan di dalam salah satu gerbong kereta api yang berhenti di tengah hutan, bahkan mendapat penjagaan yang super ketat dari semua wartawan yang sedang mencari informasi dan berita. Ternyata, koran 'New York Herald' telah memuat hasil perundingan tersebut.
Tahun 1919, beliau jadi penterjemah tunggal di Liga Bangsa Bangsa yang pada 1921 diubah menjadi PBB. Beliau ketua penterjemah untuk segala bahasa mengalahkan para poliglot Eropa-Amerika.
Tahun 1925, Pangeran Sos. pulang ke tanah air. Ki Hajar Dewantara mengangkatnya sebagai kepala sekolah menengah di Bandung. Rakyat berjejal temui si pintar ini, untuk minta air dan doa. Dan anehnya banyak yang sembuh, maka antrian pun makin panjang termasuk bule-bule Eropa dan akhirnya beliau dirikan 'Klinik Darussalam'. Beliau pernah sembuhkan seorang anak Eropa hanya dengan sentuhan-sentuhan dihadapan para dokter yang sudah angkat tangan untuk berusaha menyembuhkan penyakit si anak tersebut.
Beliau juga pernah memotret kawah gunung dari udara. hebatnya tanpa pesawat. Soekarno muda sering berdiskusi dengannya. Sementara Bung Hatta sebut beliau orang jenius.
Di rumahnya berkibar bendera merah putih 🇮🇩 dan anehnya Belanda, Jepang, dan sekutu seolah tak peduli .
Tahun 1951, beliau wafat di Bandung dan dikebumikan di makam Sido Mukti, Desa Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah di samping makam kedua orang tuanya Nyai Ngasirah dan RMA Sosroningrat. Beliau meninggal dalam kondisi tidak punya apa-apa, rumah pun beliau hanya menyewa padahal sebagai putera bangsawan & cendekiawan ia bisa hidup mewah. Orang-orang tidak temukan pusaka dan jimat ataupun sejenisnya di rumahnya. hartanya hanya selembar kain bersulam huruf ALIF
Pada batu nisan makamnya tertulis :
*SUGIH TANPO BONDHO.*
*DIGDAYA TANPO AJI2.*
Makam RM Panji Sosrokartono
Jika Kartini dianggap sebagai Pahlawan Nasional karena pemikirannya, tak berlebihan kalau Kartono disebut sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Sama-sama cerdasnya sebagai Kartini, Kartono menamatkan studinya di Leiden University, Belanda. (Wient)
Subscribe to:
Posts (Atom)









































