Visi dan Misi

Visi MTs Negeri 2 Rembang

Terwujudnya anak sholeh yang berprestasi dalam IMTAQ dan IPTEK.

Misi MTs Negeri 2 Rembang

1. Meningkat kwalitas keagamaan di Madrasah antara lain mengefektifkan shlalat berjamaah dan tadarus Al Qur’an.

2. Mewujudkan Madrasah sebagai pusat transformasi IMTAQ dan IPTEK.

3. Meningkatkan proses belajar mengajar dan bimbingan belajar agar siswa dapat berkembang secara maksimal sesuai kemampuannya.

4. Mengembangkan strategi kompetitif yang positif dilingkungan Madrasah secara demokratis.

5. Mengoptimalkan kegiatan ekstrakulikuler agar menghasilkan lulusan yang trampil.

6. Melestarikan dan mengembangkan olah raga, seni dan budaya nasional yang islami.

7. Mengembangkan pribadi yang muslim yang cinta tanah air.

Sunday, April 21, 2019

Secuil Sejarah Yang Terabaikan


K A R T O N O


Banyak yang sudah mengenal KARTINI. Hari lahir Kartini pada tanggal 21 April selalu siperingati  setiap tahun. Hari Kartini diperingati karena andilnya yang begitu besar dalam perkembangan emansipasi wanita.
Namun lepas dari pemikiran cerdasnya dan buku Habis Gelap Terbitlah terang yang berisi surat kegalauan Kartini akan perempuan Indonesia, ada sosok yang selalu terlupakan disetiap peringatan hari Kartini.

Kartono nama lengkapnya adalah RM Panji Sosrokartono yang Lahir tahun 1877. Kakak kandung RA. Kartini. Tahun 1898 Kartono seorang 'pribumi' pertama yang kuliah di luar Hindia-Belanda, Karena kecerdasan-nya beliau menjadi  kesayangan para dosennya. Beliau bisa menguasai 27 bahasa asing dan 10 bahasa nusantara.

Pangeran ganteng ini pinter bergaul, anak orang kaya, terkenal dan merakyat. Banyak perempuan Eropa nyebutnya *"De Mooie Sos."* (artinya Sos yang ngganteng). Bule Belanda dan Amerika  menyebut beliau dengan hormat  'De Javanese Prins' (Pangeran Jawa) akan tetapi  sesama pribumi memanggilnya Kartono saja. 

Tahun 1917  beliau menjadi wartawan Perang Dunia I. koran Amerika yakni 'The New York Herald' cabang Eropa. Beliau memadatkan artikel bahasa Perancis sejumlah 30 kata dalam 4 bahasa (yakni Inggris, Spanyol, Rusia, Perancis). Sebagai wartawan perang, beliau diberi pangkat Mayor oleh Sekutu,  tapi menolak membawa senjata. 
kata beliau "Saya tidak menyerang orang,  oleh karena itu saya pun tidak akan diserang. Jadi apa perlunya membawa senjata ?"

Beliau 'ahli diplomasi' yang hebat. Beliau sempatkan gemparkan Eropa - America dengan artikelnya tentang perundingan Jerman & Perancis yang rahasia serta sangat tertutup, yang diselenggarakan di dalam salah satu gerbong kereta api yang berhenti di tengah hutan, bahkan mendapat penjagaan yang super ketat dari semua wartawan yang sedang mencari informasi dan berita. Ternyata, koran 'New York Herald'  telah memuat hasil perundingan tersebut.

Tahun 1919, beliau jadi penterjemah tunggal  di Liga Bangsa Bangsa yang pada 1921 diubah menjadi PBB. Beliau ketua penterjemah untuk segala bahasa mengalahkan  para poliglot Eropa-Amerika.

Tahun 1925, Pangeran  Sos. pulang ke tanah air. Ki Hajar Dewantara mengangkatnya sebagai  kepala sekolah menengah di Bandung. Rakyat berjejal temui si pintar ini, untuk minta air dan doa. Dan  anehnya banyak yang sembuh, maka antrian pun makin panjang termasuk bule-bule Eropa dan akhirnya beliau dirikan 'Klinik Darussalam'. Beliau pernah sembuhkan seorang anak Eropa hanya dengan sentuhan-sentuhan  dihadapan para dokter yang sudah angkat tangan untuk berusaha menyembuhkan penyakit si anak tersebut.

Beliau juga pernah memotret kawah gunung dari udara. hebatnya tanpa pesawat.  Soekarno muda sering berdiskusi dengannya. Sementara Bung Hatta sebut beliau orang jenius.

Di rumahnya berkibar bendera merah putih 🇮🇩  dan anehnya Belanda, Jepang, dan sekutu seolah tak peduli . 

Tahun 1951, beliau wafat di Bandung  dan dikebumikan di makam Sido Mukti, Desa Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah di samping makam kedua orang tuanya Nyai Ngasirah dan RMA Sosroningrat. Beliau meninggal dalam kondisi tidak punya apa-apa,  rumah pun beliau hanya menyewa  padahal sebagai putera bangsawan & cendekiawan ia bisa hidup mewah. Orang-orang tidak temukan pusaka dan jimat ataupun sejenisnya di rumahnya. hartanya hanya selembar kain bersulam huruf  ALIF 

Pada batu nisan makamnya tertulis :

         *SUGIH TANPO BONDHO.*
         *DIGDAYA TANPO AJI2.*

Makam RM Panji Sosrokartono

Jika Kartini dianggap sebagai Pahlawan Nasional karena pemikirannya, tak berlebihan kalau Kartono disebut sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.  Sama-sama cerdasnya sebagai Kartini, Kartono menamatkan studinya di Leiden University, Belanda. (Wient)



Friday, March 15, 2019

Koordinasi Input Soal UAMBN-BK dan USBN-BK


Koordinasi Input Soal UAMBN-BK dan USBN-BK 


* Proktor madrasah ketika mendapatkan penjelasan dari tutor tim Helpdesk, Rabu (13/3/2019) di MTsN 2 Rembang.
Rembang - Menuju persiapan pelaksanaan UAMBN-BK dan USBNBK pertama kali berbasis Komputer, Kelompok Kerja MTs Rembang menggelar kegiatan input soal bersama. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Laboratorium Komputer MTs Negeri 2 Rembang, Rabu (13/03). Soal yang disusun adalah untuk USBN.
Peserta yang hadir adalah proktor dari MTs N 1 Rembang, MTs N 2 Rembang, MTs N 3 Rembang, MTs N 4 Rembang, MTs N 5 Rembang beserta MTs M3R Rembang dan MTs Miftahul Huda Maguan, Kaliori.
Ketua KKMTs Kabupaten Rembang, Srianto mengatakan, kegiatan ini merupakan tahapan dari proses pelaksanaan ujian, yang dimulai dari pembuatan soal dan kisi-kisi dilanjutkan dengan input soal.
"Perkembangan Teknologi yang semakin canggih membuat kita juga diharuskan paham IT, Semoga semua tahapan menjelang ujian madrasah berbasis komputer untuk pertama kali sampai UNBK dapat berjalan dengan lancar, " ucap Sriyanto.
Kegiatan ini diisi pemateri tim Helpdesk Kabupaten Rembang, Ahmad Sholeh  dari MTs N 5 Rembang dan Abdul Muis dari MTs Miftahul Huda Maguan, Kaliori. Peserta tampak memperhatikan dengan seksama langkah-langkah atau petunjuk teknis kegiatan input.
"Langkah pertama buka template soal dan kisi-kisi kemudian sebelum di upload dalam sistem CBT. Pastikan tata letak naskah soal dan gambar sudah diedit secara rapi, kemudian simpan dengan type web page, filtered. Langkah selanjutnya, simpan dalam bentuk zip kemudian di upload dalam sistem dan diteliti satu persatu," terang Sholeh.
Dwi salah satu peserta, mengaku senang saat mengikuti kegiatan ini, karena mendapatkan wawasan dan pengetahuan baru di bidang IT. (dwi-iq/gt/Wient)

Tuesday, February 5, 2019

Berita


Berganti Papan Nama, Madrasah jadi Obyek Swafoto



* Dengan desain yang menarik, papan nama MTsN 2 Rembang ini kerap menjadi obyek selfi.
Rembang -  Karena desainnya yang menarik, papan nama madrasah MTsN 2 Rembang kerap menjadi obyek untuk berswafoto bagi masyarakat. Hal ini sangat menguntungkan bagi madrasah. Masyarakat yang mengunggahnya melalui medsos, secara tidak langsung turut mempromosikan keberadaan madrasah ini.
Kepala MTsN 2 Rembang, Srianto mengatakan, pembangunan papan nama ini bertujuan agar masyarakat mudah menemukan keberadaan MTs Negeri 2 Rembang. Srianto tidak menyangka, jika papan nama yang baru saja selesai dibangun bulan lalu ini menjadi obyek swafoto masyarakat.
“Tanpa disadari, hal ini menjadi bentuk promosi atau penyebaran informasi yang sangat cepat kepada masyarakat melalui media sosial,” kata Srianto saat diwawancarai, pagi ini Selasa (04/02).
Perubahan papan nama ini berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 211 Tahun 2015 tentang Perubahan Nama MAN, MTsN, dan MIN di Provinsi Jawa Tengah, terjadi perubahan nama beberapa MTs Negeri di Jawa Tengah. Termasuk MTs Negeri Pamotan yang berubah menjadi MTs Negeri 2 Rembang. 
Pergantian nama madrasah tersebut sudah direalisasikan sejak tahun 2018. Perubahan ini mempengaruhi sistem operasional hingga administrasi madrasah. Sehingga terdapat beberapa perbedaan seperti pada stempel, kop surat  resmi, maupun papan nama madrasah yang memuat informasi keberadaan madrasah.
Srianto mengatakan, urutan angka dalam perubahan nama ini berdasarkan urutan tahun pendirian.  “Karena MTs Negeri Pamotan didirikan setelah MTsN Lasem, maka madrasah ini berganti nama menjadi MTs Negeri 2 Rembang.” Kata Srianto.
Perubahan nama ini telah disosialisasikan kepada masyarakat, melalui pertemuan wali murid, maupun pada saat rapat-rapat di tingkat Kecamatan maupun Kabupaten. 
Atas perubahan nama ini, pihak madrasah menindaklanjuti dengan pemugaran pagar dan papan nama baru. “Papan nama ini sebagai sebuah media informasi  dan menjadi faktor penting dalam kesuksesan menginformasikan perubahan nama dari MTs Negeri Pamotan menjadi MTs Negeri 2 Rembang kepada masyarakat” ungkap Srianto lebih lanjut. 
Sementara itu, Abdullah Zuber selaku Wakamad Kesiswaan mengatakan, papan nama ini dibuat oleh komite dengan desain menarik.  Pada sisi bagian dalam, tertulis visi madrasah. “Papan nama ini diharapkan dapat mengomunikasikan  informasi bagi klien, mitra dan masyarakat umum. Selain itu juga dapat meningkatkan kewibawaan madrasah di tengah-tengah dan menjadi sebuah lembaga pendidikan yang diminati masyarakat,” ujarnya. (Wient/gt)

Monday, February 4, 2019

Karya Seni


Kemas Pelepah Pisang Menjadi Souvenir Menarik


* Peserta didik MTsN 2 Rembang sedang memamerkan hasil karya seni kaligrafi asmaul Husna yang dibuat dari pelepah pisang.
Rembang - MTs Negeri 2 Rembang terletak tengah-tengah Kecamatan Pamotan. Daerah ini merupakan daerah yang subur dan banyak dijumpai pohon pisang. Pohon ini biasanya ditanam di pekarangan rumah maupun di kebun-kebun sebagai salah satu sumber pendapatan masyarakat. 
Tanaman pisang oleh masyarakat selama ini hanya dimanfaatkan buah dan daunnya saja untuk kebutuhan sehari-hari.  Namun bagi Faizin sebagai guru mata pelajaran Seni dan Budaya di MTs Negeri 2 Rembang, tanaman pisang dijadikan media pembelajaran dengan memanfaatkan pelepahnya sebagai bahan karya seni dua dimensi yang sangat menarik. 
Ketika diwawancara pada Senin (04/02), Faizin mengatakan, pemanfaatan pelepah pisang memang masih kurang diperhatikan dan sangat jarang dilakukan pemanfaatannya oleh masyarakat,  padahal pelepah pisang merupakan bahan alam yang dapat dijadikan menjadi karya seni yang bernilai ekonomis. 
“Salah satu karya seni dua dimensi dengan teknik kolase merupakan teknik karya seni dengan cara menempel bahan-bahan pada bidang datar.  Salah satunya adalah pelepah pisang,” kata Faizin.
Menurutnya, teknik kolase dengan pelepah pisang yang telah kering mempunyai nilai seni tinggi. Hasil kolase ini akan terlihat alami, karena warna pelepah pisang memang kecoklat-coklatan.
“Pelepah pisang ini dipilih karena disamping tahan lama setelah dikeringkan, juga mempunyai  tekstur warna alami.  Unsur gelap terang alami, dari warna coklat yang paling terang hingga paling gelap, dapat memperkuat trimatra suatu bentuk dan menciptakan suasana kontras,” terangnya.
Dengan pelepah pisang ini, siswa pun membuat berbagai macam karya seni. Antara lain adalah kaligrafi yang ditaruh di atas sebuah pigura. Dengan bimbingan Faizin, para siswa membuat desain kaligrafi kemudian memotong pelepah pisang sesuai dengan desain. “Pada tahap ketiga, dengan siswa merangkai desain kaligrafi dan menempelkannya pada kardus atau triplek,” kata Faizin.
Adapun kaligrafi yang dibuat oleh para siswa adalah asmaul Husna. Sehingga, sebanyak 99 karya kaligrafi tertempel di dinding kelas hingga musala dengan rapi.
“Hiasan kaligrafi Asmaulhusna tersebut mempunyai manfaat lain. Siswa bisa melihat dan membacanya setiap hari, sehingga akan mudah dihafalkan oleh mreka,” pungkasnya. (Wient-iq/gt)

Saturday, January 26, 2019

Pendidikan Karakter


Penerapan Budaya 5S





Rembang -  “Kalau pakai hasduk yang benar, biar rapi” kata Bripka Titopo anggota Polsek Pamotan Polres Rembang sambil merapikan hasduk yang dipakai salah satu siswa MTs Negeri 2 Rembang saat  akan bersalaman dengan Bripka Titopo.  Budaya 5S (salam, sapa, senyum, sopan dan santun) menjadi  pemandangan setiap pagi pada jam masuk madrasah yang dilakukan oleh siswa.  Bukan hanya bersalaman kepada guru yang bertugas di pintu gerbang saja tetapi juga kepada anggota Polsek Pamotan Polres Rembang yang bertugas mengatur lalu lintas pada saat jam masuk madrasah.  Inilah wujud kongkrit pengimplementasian  lima nilai (5 S)  ketika pagi hari siswa masuk ke gerbang madrasah,  melalui penginternalisasian nilai-nilai tersebut kepada seluruh warga madrasah secara tidak langsung karakter siswa dapat dibentuk ke arah yang lebih baik lagi.
Setiap pagi  anggota Polsek Pamotan yang merupakan jajaran Polres Rembang memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan melaksanakan pengaturan jalan untuk antisipasi kemacetan lalu lintas dan mencegah terjadinya kecelakaan serta  membantu menyeberangkan siswa-siswi yang akan masuk madrasah.  Peran Polisi ini sangatlah dirasakan sekali bagi pihak madrasah terlebih lokasi MTs Negeri 2 Rembang yang berada di pinggir jalan utama dengan arus lalu lintas yang cukup padat dan rawan kecelakaan lalu lintas dan  menjadi perhatian tersendiri  dalam  menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran siswa saat datang ke madrasah.   Walaupun sudah ada petugas Satpam sebagai petugas keamanan MTs Negeri 2 Rembang dan  juga melibatkan guru untuk membantu sekaligus  menyambut kedatangan siswa dengan menerapkan iklim dan budaya 5S (Salam, Sapa, Senyum, Sopan dan Santun) dilingkungan madrasah  namun keberadaan anggota Polsek Pamotan  Polres Rembang  yang menjalankan tugas pengaturan lalu lintas di depan MTs Negeri 2 Rembang sekaligus membantu dalam menyeberangkan siswa dirasakan sangat membantu menciptakan keamanan dan  kenyamanan khususnya bagi siswa.
“Menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran dalam berlalu lintas serta memberikan pelayanan prima kepada masyarakat adalah salah satu tugas polri”  ungkap Bripka Titopo.  Disela-sela kesibukannya dalam menyeberangkan siswa, Bripka Titopo masih menyempatkan diri untuk menerima uluran tangan siswa madrasah yang mengajaknya bersalaman, bahkan tak jarang Bripka Titopo dengan ramah mengingatkan siswa untuk merapikan pakaiannya ketika melihat ada siswa yang tidak rapi atau baju tidak di masukkan, tak segan-segan pula beliau sendiri yang merapikan pakaian siswa.  Inilah salah satu bentuk kepedulian salah satu anggota Polsek Pamotan pada siswa madrasah, disamping menumbuhkan suasana hangat penuh keakraban dan secara tidak langsung juga memberikan pendidikan kedisiplinan sesuai dengan tata tertib madrasah.   “Ini merupakan kesempatan berinteraksi antara kepolisian dengan madrasah melalui pelayanan simpatik secara tulus, penuh senyum, sapa dan salam yang pada akhirnya akan terjalin kemitraan antara Polri dengan Madrasah yang lebih erat apalagi Polsek Pamotan dan MTs Negeri 2 Rembang adalah tetangga dekat yang hanya berbatasan dengan pagar tembok” ungkap Sahuri selaku Wakamad Humas MTs Negeri 2 Rembang saat memberikan apresiasi. 
Rutinitas aktivitas jajaran Polsek Pamoran ini mendapatkan tanggapan positif baik dari orang tua siswa, guru dan masyarakat di sekitar madrasah. “Kami merasa aman saat akan menyeberang jalan, terlebih saat lalu lintas ramai” kata Shofi salah satu siswa kelas IX, “Kami berharap ada Zebra Cross di depan madrasah, sehingga ketika tidak ada Pak Polisi kami juga akan merasa nyaman saat menyeberang jalan” ungkapnya penuh harap. (Wient)




Tuesday, December 18, 2018

Grup Keroncong Polres Rembang

Grup Keroncong Polres Rembang Meriahkan Jalan Sehat Kerukunan



* Penampilan grup keroncong Polres Rembang dalam jalan sehat HAB Kemenag ke-73 di alun-alun Rembang.
Rembang – Semarak rentetan kegiatan HAB Kementerian Agama ke-73 Kabupaten Rembang membawa kesan tersendiri.  Grup Keroncong Polres Rembang juga tampil di panggung utama jalan sehat kerukunan umat beragama yang digelar pada hari Sabtu (15/12/2018).
Sejumlah Polwan Polres Rembang unjuk kebolehannya dalam melantunkan lagu-lagu keroncong dengan suara merdunya.  Menurut Kapolres Rembang, Pungky, Group ini dibentuk disamping untuk melestarikan kebudayaan jawa, sekaligus menjadi sarana untuk mengisi kegiatan baik sarasehan, sosialisasi ataupun mendukung kegiatan.  Walaupun group keroncong ini berdiri masih sangat muda, namun dalam kiprahnya ternyata telah mendapat apresiasi yang sangat baik di tengah-tengah masyarakat dan ini merupakan sebuah terobosan untuk terus mendekatkan diri kepada masyarakat.
Di sela-sela menyayikan lagu untuk menghibur peserta jalan santai kerukunan umat beragama, para Polwan dan Polisi itu selalu memberi himbauan kepada masyarakat terkait keamanan di jalan raya. “Kami ingatkan kepada pengguna jalan untuk selalu menjaga keselamatan diri sendiri juga orang lain” kata, Rukmini salah satu dari Polwan dari jajaran Polantas Polres Rembang tersebut.  Suasana semakin hangat menjelang pra kegiatan jalan santai saat para personil group keroncong melontarkan guyonan kecil, dan beberapa anggota Polres Lain berbaur bersama di tengah-tengah masyarakat.
Penampilan para anggote Polres Rembang ini di apresiasi sejumlah warga.  
Abdurrohman misalnya, pria yang membawa serta anak-anak dan istrinya itu merasa terhibur dengan pertunjukan vokal para Polwan Berhijab itu. “Menghibur sekali, sudah cantik, suaranya bagus, penuh senyum pula,” kata pria  yang tinggal di daerah Kemadu Kecamatan Sulang sambil mengacungkan ibu jarinya dengan senyum. (Wient/iq/bd)

Sunday, December 16, 2018

Jalan Sehat Kerukunan Umat

Peserta Jalan Sehat Kerukunan Membludak



* Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz ketika memberangkatkan peserta Jalan sehat kerukunan, Sabtu (15/12/2018)
Rembang -  Jalan sehat kerukunan umat beragama yang dilaksanakan pada hari Sabtu (15/12/2018) sebagai salah satu kegiatan dalam rangka Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-73 atas kerjasama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Generasi Muda Forum Kerukunan Umat Beragama (Gema FKUB) Kabupaten Rembang berlangsung meriah.
Peserta jalan sehat ini membludak dengan jumlah hampir 7-8 ribu peserta. 
Dimulai pukul 06.00 WIB dengan start dan finish di alun-alun Rembang, jalan sehat ini diberangkatkan secara langsung oleh Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz.
 Sebagai awal kegiatan seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan sambutan Bupati.  Dalam sambutannya, Bupati Rembang mengingatkan bahwa Kerukunan Umat Beragama sebagai salah satu pilar dalam berbangsa dan bernegara harus terus dibina dan ditingkatkan persatuan dan kesatuannya, sehingga kedepan kita tetap menjadi bangsa yang besar.  Kegiatan diakhiri dengan do’a lintas agama yang di pandu oleh, Mukhlisin.
Penyelenggara kegiatan,
Ali Muhyiddin mengatakan, segenap pengurus FKUB dan Gema FKUB dari 6 agama yang ada di Rembang, telah membuktikan perak aktifnya dengan  mengikutsertakan sebanyak mungkin komunitasnya dalam  menyukseskan kegiatan Jalan Santai Kerukunan Umat Beragama.  Demikian juga Kementerian Agama Kabupaten Rembang telah melibatkan seluruh jajarannya mulai dari para penyuluh agama, Baznas, Forum Komunitas Madrasah Diniyah  Takmilyah (FKDT),  Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Rembang, Guru PAI baik di sekolah umum negeri maupun swasta, Guru/staf/karyawan dan siswa-siswi dari RA/TK, SD/MI, SMP/MTs, MA/SMA/SMK se Kabupaten Rembang, Jajaran pejabat di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Rembang, Polres Rembang, Kodim Rembang dan unsur ataupun jajaran lain yang ada di Kabupaten Rembang.
Tepat pukul 7.30 WIB, dengan bacaan Bismillahhirrohmannirrohim, Bupati Rembang mengibaskan bendera start tanda seluruh peserta jalan santai mulai berjalan menyusuri jalan protokol dengan pengawalan dari Satlantas Polres Rembang.  
Di tengah-tengah rute, para peserta mendapatkan kupon undian untuk disobek menjadi dua, yang satu diserahkan ke panitia yang telah siap menjelang finish dan sobekannya untuk mencocokkan nomor undian saat di undi nanti.  Tidak kalah menarik pada saat menjelang finish telah berdiri remaja-remaja untuk membagikan minuman dan makanan ringan pada seluruh peserta upacara.
Pada pemberangkatan peserta jalan santai, seluruh peserta dihibur dengan penampilan group Keroncong Polres Rembang, dan setelah finish seluruh peserta menyaksikan senam Massal siswa RA se-Kabupaten Rembang dilanjutkan penampilan musik  Perkusi dari RA Masyithoh Rembang.  Hal yang ditunggu-tunggu adalah pengundian kupon undian, yang mana panitia telah menyiapkan sejumlah doorprize dan hadiah utama sebuah Sepeda Motor Merek Honda Beat keluaran tahun 2018.  Direncanakan untuk hadiah utama yang mengambil adalah Bupati ataupun Wakil Bupati Rembang namun karena padatnya acara beliau, maka awal pengundian dilakukan oleh Bupati Rembang di lanjutkan Wakil Bupati Rembang dengan hadiah masing-masing Sepeda Gunung. 
Pada puncak pengundian hadiah utama yang dilakukan oleh Ketua Panitia, hadiah utama jatuh pada salah satu warga Kedungombo Sulang, Ibu Win yang merupakan salah satu karyawan di MTs Negeri 3 Rembang. Sebagai akhir kegiatan adalah penyerahan Sepeda Motor Honda Beat berikut kuncinya dari Panitian kepada pemenang undian.  (Wient/iq/bd)